sebab diam-diam aku sering mencari untuk mencuri kisahmu.
senangmu, lukamu, heningmu.
dengan cara yang bahkan semestapun tidak pernah tau.
terserah jika kamu ingin marah,
sebab seringkali tanpa seizinmu doaku memeluk halus relung jiwamu.
jangan temukan khawatir, sayang..
aku akan ada meski kamu tak menginginkan aku untuk ada,
dan aku akan pergi jika memang itu yang kamu mau.
perihal kehilangan..
aku mencintai kamu yang begitu mahir menenun rindu,
meski rindu ini sering memundurkan jam tidurku.
berbahagilah sayang..
sebab waktu sangat banyak memberikanmu kesempatan.
aku mencintaimu sebagai (begitu) saja.
meski caraku sebatas begini saja,
sebab apapun tidak perlu dipaksakan.
aku telah memilih,
aku mencintaimu.
aku tidak sebaik apa yang kamu fikir.
lantas tidak juga seburuk apa yang mereka fikir.
namun, sudah dan selalu aku sediakan ruang untuk kamu tempati.
entah untuk singgah, kemudian kamu ingin pergi.
atau sebagai rumah yang ingin kamu huni di kemudian hari.
aku, secangkir kopi, dan hujan.
22102016
12:50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar