BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang
terletak di wilayah Asia Tenggara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di
dunia. Jumlah penduduk yang sebanyak itu tidak diimbangi dengan jumlah lapangan
kerja yang ada sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran. Krisis global yang melanda Amerika
Serikat sejak akhir tahun 2008 yang diawali dari ambruknya sektor perbankan di USA telah menyeret
ke berbagai sektor yang kemudian merambah ke kawasan Eropa, Asia teruatama
ASEAN dan akhirnya Indonesia di awal 2009.
Indonesia membutuhkan entrepreneurial
skill untuk bisa menekan sekecil mungkin tingkat kemiskinan yang tinggi.
Mengandalkan investor asing untuk membuka lapangan kerja tidaklah cukup,
mengimbau kepada perusaahaan untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) pada karyawan atau buruhnya juga sulit
diwujudkan. Salah satu alternatif atau cara yang dapat ditempuh adalah mengandalkan sektor pendidikan untuk mengubah pola
pikir lulusannya dari berorientasi mencari kerja menjadi mencetak lapangan
kerja sendiri yaitu menjadi wirausahawan mandiri dalam skala mikro (UMKM).
Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM adalah
usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang
memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Dengan
adanya UMKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja
yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.
Sektor UMKM telah dipromosikan dan dijadikan
sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia karena telah terbukti
tangguh ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UMKM yang bertahan
dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh
krisis.
Salah satu UMKM
yang ada di Purwakarta adalah UMKM FIRMA AIDA. UMKM FIRMA AIDA ini bergerak dalam bidang produksi teh
kering. UMKM ini mengolah pucuk daun teh hijau untuk
dijadikan teh kering, sehingga dapat di konsumsi oleh konsumen .
UMKM FIRMA AIDA berdiri sejak tahun 1975, semenjak
berdiri, UMKM ini hanya mempunyai laporan keuangan yang masih sangat minimalis,
sehingga tidak mampu menginterpretasikan pos-pos yang menjadi point penting
dalam laporan keuangan, dan tentu karena minimnya laporan keuangan tersebut,
informasi yang diperoleh mengenai seberapa besar laba/profit yang diperoleh
menjadi tidak jelas, sehingga pengelola tidak mampu mempresentasikan perubahan
modal, dan perolehan laba dalam setiap periode akuntansinya.
Tujuan
utama dari berdirinya UMKM Firma
Aida tentu untuk meningkatkan nilai dari UMKM ini sendiri. Peningkatan
nilai suatu UMKM harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dari UMKM pula.
Salah satu aspek yang dapat dilihat dalam rangka penilaian kinerja adalah
dengan meningkatnya penjualan, yang
dapat terefleksi melalui laporan keuangan.
Laporan
keuangan merupakan salah satu sarana penting untuk mengkomunikasikan
informasi keuangan kepada pihak-pihak diluar pemilik atau pengelola. Esensi
laporan keuangan sangat penting, mengingat dari laporan keuangan berbagai
keputusan penting mengenai kelangsungan hidup dari kegiatan usaha yang terjadi
dapat disimpulkan. Tujuan utama dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang penting bagi
pengguna informasinya. Dalam Statement
of Financial AccountingConcepts (SFAC) No. 1 dijelaskan bahwa tujuan utama
dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam
pembuatan keputusan usaha dan ekonomi. Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan selalu berubah-ubah
setiap periodenya, atau selalu mengalami penambahan dan pengurangan. Perubahan
nilai yang ada dalam laporan keuangan akan berpengaruh di dalam pengambilan
keputusan. Oleh karena itu, laporan keuangan sangat berarti bagi pihak-pihak
yang berkepentingan, terutama pemilik dan pengelola perusahaan tersebut, baik
dalam skala kecil, menengah, dan besar .
Dari
uraian diatas, maka penulis ingin mengetahui dan memahami tentang “Sistem dan Pencatatan Laporan Keuangan
pada UMKM Firma Aida ”
B.
Maksud
1. Untuk
membantu dalam pembuatan dan pencatatan
laporan keuangan pada UMKM Firma
Aida.
2. Untuk membantu menyajikan informasi mengenai
pos-pos/point-point yang ada dalam laporan keuangan.
C.
Tujuan
Tujuan umum
dilaksanakannya KPB-PKL ini adalah:
1. Untuk
meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai hubungan antara teori dengan
praktek agar dapat menjadi bekal bagi mahasiswa kelak
2. Untuk
meningkatkan keterampilan dan pengalaman mahasiswa di dunia kewirausahaan dalam
bentuk UMKM
Tujuan khusus
dilaksanakannya KPB-PKL ini adalah:
1. Untuk
mengetahui sistematika kerja UMKM FIRMA
AIDA.
2. Untuk
mengetahui sistem akuntansi yang ada di
UMKM Firma Aida, lalu membuat pencatatan laporan keuangan pada UMKM Firma Aida.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN GAMBARAN UMUM UMKM
A.
Landasan Teori
1.
Pengertian
UMKM
UMKM
adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan
UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah.
Berikut kutipan dari isi UU 20/2008.
a. Usaha
Mikro adalah usaha
produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi
kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
b.
Usaha Kecil adalah usaha ekonomi
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
c.
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau
badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
ini.
·
Menurut Kementrian
Keuangan
Berdasarkan Kementerian Keuangan Nomor
316/kmk016/1994 tanggal 27 Juni 1994 bahwa usaha kecil sebagai perorangan/badan
usaha yang telah melakukan kegiatan usaha yang mempunyai omset per tahun setinggi-tingginya
Rp. 600.000.000,- atau asset setinggi-tingginya Rp. 600.000.000,- (diluar tanah
dan bangunan tempat usaha).
Contohnya
Firma, CV, Koperasi yakni dalam bentuk badan usaha. Sedangkan dalam bentuk
perorangan antaralain pengrajin kayu dan lainnya.
KRITERIA UMKM
|
No.
|
URAIAN
|
KRITERIA
|
|
ASSET
|
OMZET
|
|
1
|
USAHA MIKRO
|
Maks. 50 Juta
|
Maks. 300 Juta
|
|
2
|
USAHA KECIL
|
> 50 Juta – 500 Juta
|
> 300 Juta – 2,5 Miliar
|
|
3
|
USAHA MENENGAH
|
> 500 Juta – 10 Miliar
|
> 2,5 Miliar – 50 Miliar
|
2. Akuntansi
Dibawah ini terdapat
pengertian akuntansi menurut beberapa ahli :
a.
Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995
: 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah
menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan
keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara
berbagai tindakan alternatif.
Kesimpulan : Pengertian akuntansi berarti memerlukan analisis
dari transaksi dan dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberi
penjelasan dan argumentasi.
b.
Pengertian akuntansi menurut American Institute of Certified Public
Accounting (AICPA) dalamm Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai
seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam
ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan
termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Kesimpulan:
Pengertian akuntansi berarti seni pencatatan (yang harus dicatat dalam buku
jurnal maupun laporan), penggolongan (yang harus dibedakan menurut golongan apa
saja transaksi tersebut), harus mengikhtisarkan setiap kejadian transaksi agar
bias masuk ke dalam laporan keuangan.
c.
Pengertian Akuntansi menurut Charles T.
Horngren dan Walter T. Horrison (Horngren Horrison 2007:4) menyatakan bahwa akuntansi
adalah sistem informasi yang mengukur aktifitas bisnis, memeproses data
menjaddi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil
keputusan.
Kesimpulan
: Bahwa akuntansi itu adalah sesuatu yang mengukur bisnis, dari mulai
penggolongan transaksi dan pengumpulan data lainnya menjadi laporan keuangan
dan setelah selesai menjadi laporan keuangan akan diambil keputusan dari
laporan tersebut.
d.
Pengertian akuntansi menurut Warren dkk
(2005:10) menjelaskan bahwa secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai
sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Kesimpulan
: Bahwa akuntansi adalah sebuah informasi untuk mereka pihak-pihak yang
bersangkutan atas suatu transaksi tersebut agar dapat melihat kondisi suatu
perusahaan.
3. Laporan Keuangan.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan
pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan
untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian
dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya
meliputi :
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang
dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan
laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen
atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa
yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar
mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan
ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka
dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti
manajemen.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Terdapat empat karakteristik kualitatif laporan
keuangan :
a. Dapat
dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas
para pengguna.
b. Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang
disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna.
c. Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari
pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material.
d. Dapat
diperbandingkan
Informasi yang disajikan lebih berguna bila dapat
diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.
Laporan keuangan dinilai penting karena dapat
menginterpretasikan kinerja atau siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan,
sehingga dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan, dan sebagai acuan untuk
pengambilan keputusan.
4.
Analisa Laporan Keuangan
Menurut Dr.Mamduh M.Hanafi & Prof.Dr.Abdul Halim dalam
buku Analisa Laporan Keuangan (2012:20) Analisis Keuangan pada dasarnya ingin
melihat prospek dan risiko perusahaan.prospek bisa dikihat dari tingkat
keuntungan (profitabilitas)dan risiko bisa dilihat dari kemungkinan perusahaan
mengalami kesulitan keuangan atau mengalami kebangkrutan.Seorang analisis
keuangan harus melakukan beberapa langkah:
·
Menentukan tujuan dari
analisis keuangan
·
Memahami konsep-konsep
dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan dan memahami kondisi
ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi usaha perusahaan tersebut.
Tujuan analisis keuangan bisa di tinjau dari pandangan seorang
analis.seorang pemegang saham atau calon
pemegang saham akan menganalisis perusahaan untuk memperoleh kesimpulan apakah
saham perusahaan tersebut layak dibeli atau tidak.demikian halnya dengan
pemberi kredit,supplier dan
pemerintah.
5.
Sistem
Sistem
merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang disebut subsistem
yang berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Zaki
Baridwan, 2013)
Sistem Akuntansi adalah suatu
formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat
yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis
dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik untuk laporan-laporan yang
diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain
yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga- lembaga
pemerintah untuk menilai hasil operasi perusahaan (Zaki Baridwan, 2013)
Gambar 3.1
Siklus
Akuntansi
1) Umumnya
dalam akuntansi, transaksi dicatat saat terjadinya, walaupun belum terjadi
pengeluaran kas (accrual). Untuk
melakukan pencatatan, haruslah didasarkan pada bukti-bukti transaksi seperti:
kuitansi, nota, faktur, invoice, memo atau bukti yang lainnya. Tujuannya adalah
agar angka yang dicatat memiliki keandalan. Setelah mengumpulkan bukti-bukti
transaksi, dilanjutkan dengan proses jurnal.
2) Jurnal
adalah catatan tentang yang memisahkan antara Debet dan kredit (Pengeluaran dan
Pemasukan). Umumnya Perusahaan kecil seperti toko dan sebagainya menggunakan
satu jurnal saja yang biasa di kenal dengan nama jurnal umum. Jurnal inilah
nantinya akan memberikan keterangan kepada kita tentang semua bukti transaksi.
Semua transaksi akan terposting dalan jurnal ini. Setiap transaksi keuangan yang
mengakibatkan bertambahnya atau berkurangnya rekening bersangkutan akan didebit
atau dikredit dalam rekening sesuai dengan aturannya. Aturan pendebitan dan
pengkreditan untuk masing-masing rekening sebagai berikut:
|
Rekening-rekening
|
Debit
|
Kredit
|
|
Aktiva
|
+
|
-
|
|
Utang
|
-
|
+
|
|
Modal
|
-
|
+
|
|
Pendapatan
|
-
|
+
|
|
Biaya
|
+
|
-
|
Jurnal terdiri dari:
a)
Kolom tanggal: diisi dengan tanggal
terjadinya transaksi keuangan (berikut bulan dan tahunnya).
b)
Kolom keterangan: Diisi dengan nama
dan rekening-rekening yang harus didebit atau dikredit, dan penjelasan mengenai
transaksi keuangan yang dibukukan tersebut. Untuk membedakan antara nama
rekening yang didebit
dan dikredit, penulisan nama
rekening yang dikredit diletakkan setelah penulisan nama rekening yang didebit
dimulai agak ke kanan.
c)
Kolom Debit-Kredit: Diisi dengan
jumlah dalam satuan uang, yang didebit dan dikredit. Jumlah satuan uang yang
ada didebit harus sama dengan jumlah satuan uang yang ada dikredit.
Format jurnal umum adalah sebagai berikut:
|
Tanggal
|
Keterangan
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3) Buku
Besar
Merupakan buku yang dipergunakan untuk
peringkasan transaksi keuangan, yang berupa kumpulan dari rekening-rekening.
Proses peringkasan transaksi keuangan dilakukan setelah proses pencatatan dan
penggolongan transaksi keuangan. Proses tersebut dilakukan dengan cara
memindahkan data yang dicatat pada Jurnal ke dalam Buku Besar yang disebut
dengan Posting.
Format
buku besar empat lajur adalah sebagai berikut:
|
KAS
|
|
Tanggal
|
Keterangan
|
Debit
|
Kredit
|
Saldo
|
|
Debit
|
Kredit
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4) Neraca
Lajur (worksheet)
Jenis
kertas kerja yang kerap kali digunakan sebeum penyesuaian laporan keuagan
disebut worksheet gunanya ialah
mengurangi kemungkinan lupa membuat penyesuaian, memudahkan pengecekan
ketepatan perhitungan, memungkinkan penyesuaian data dalam urutan yang logis
dan menyediakan sumber data untuk laporan keuangan.
Format worksheet adalah sebagai berikut:
|
No
|
Nama Akun
|
N. Percobaan
|
Penyesuaian
|
N. P yang Disesuaiakan
|
Laba Rugi
|
Neraca
|
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5) Laporan
keuangan
Penyusunan
laporan dilakukan setelah selesainya proses pencatatan, penggolongan dan
peringkasan transaksi keuangan suatu periode tertentu. Laporan keuangan umumnya
disusun setahun sekali, yang terdiri dari:
(a) Neraca
Memberikan
gambaran mengenai posisi keuangan yang terdiri dari aktiva, utang dan modal
perusahaan pada tanggal tertentu.
UMKM xxx
Neraca
Per
31 Desember 20xx
|
AKTIVA
|
KEWAJIBAN DAN MODAL
|
|
Aktiva Lancar:
|
|
Utang:
|
|
|
Kas
|
|
Utang Dagang
|
|
|
Piutang
|
|
Utang Gaji
|
|
|
Persediaan
|
|
Utang Pendapatan
|
|
|
Juml. Aktiva Lancar
|
|
Utang Bunga
|
|
|
Aktiva Tetap:
|
|
Utang Bank
|
|
|
Tanah
|
|
Jumlah Utang
|
|
|
Bangunan
|
|
|
|
|
Kendaraan
|
|
Modal:
|
|
|
Mesin
|
|
Modal
|
|
|
Peralatan
|
|
|
|
|
Juml. Aktiva Tetap
|
|
|
|
|
TOTAL AKTIVA
|
|
TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL
|
|
|
|
|
|
|
(b) Laporan
laba rugi
Laporan
yang menggambarkan tentang hasil usaha perusahaan selama periode tertentu. Agar
dapat memberikan gambaran mengenai hasil usaha, laporan laba/rugi memuat secara
terinci mengenai pendapatan dan biaya.
UMKM
xxx
Laporan
Laba Rugi
Per
31 Desember 20xx
|
Penjualan bersih
|
Xx
|
|
Harga Pokok Penjualan
|
Xx
|
|
Laba Kotor
|
Xx
|
|
Beban lain-lain
|
Xx
|
|
Pendapatan lain-lain
|
Xx
|
|
Laba Bersih Sebelum Pajak (EBIT)
|
Xx
|
|
Pajak
|
xx
|
|
Laba Bersih
|
Xx
|
(c)
Laporan Perubahan Modal
Merupakan
laporan yang menggambarkan mengenai perubahan modal perusahaan, yang terjadi
selama periode tertentu.
UMKM
xxx
Laporan
Perubahan Modal
Per
31 Desember 20xx
|
Modal awal
|
xx
|
|
Laba Usaha
|
Xx
|
|
Prive
|
-xx
|
|
Kenaikan modal
|
xx
|
|
Modal akhir (31 Desember 2010)
|
xx
|
|
|
|
(d)
Laporan Arus Kas
Merupakan
laporan yang menggambarkan mengenai perubahan kas perusahaan, yang terjadi
selama periode tertentu.
UMKM
xxx
Laporan
Arus Kas
Metode
Tidak Langsung
Per
31 Desember 20xx
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
|
|
|
Laba bersih
|
|
xx
|
|
Ditambah:
|
Beban penyusutan
|
xx
|
|
Penurunan persediaan
|
xx
|
|
Penurunan perlengkapan
|
xx
|
|
Dikurangi:
|
Kenaikan persediaan
|
xx
|
|
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
|
xx
|
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
|
|
|
Penjualan aktiva tetap
|
xx
|
|
Dikurangi:
|
Pembelian aktiva tetap
|
xx
|
|
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi
|
xx
|
|
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
|
|
|
Penerimaan pinjaman bank
|
xx
|
|
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pembiayaan
|
xx
|
|
|
|
|
Kenaikan kas bersih
|
xx
|
|
Kas awal tahun
|
xx
|
|
Kas akhir tahun
|
xx
|
a. Sistem
Pembelian
Sistem pembelian adalah suatu
sistem pembelian atau suatu sistem transaksi untuk mendapatkan barang-barang
baik secara kredit maupun secara tunai di dalam suatu organisasi / perusahaan
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi yang penting, memberi sinyal kepada management dan menyediakan suatu
dasar informasi pembelian untuk pengambilan keputusan.
b. Sistem
Penjualan
Suatu sistem penjualan, melalui prosedur-prosedur
yang meliputi urutan kegiatan sejak diterimanya pesanan dari pembeli,
pengecekan barang ada atau tidak ada dan diteruskan dengan pengiriman barang
yang disertai dengan pembuatan faktur dan mengadakan pencatatan atas penjualan
yang berlaku.
B.
Gambaran Umum UMKM
1.
Sejarah singkat UMKM
FIRMA AIDA
UMKM FIRMA AIDA
adalah UMKM yang begerak dalam bidang produksi teh, terletak di Desa Taringgul
Sukadami RT 02 RW 01 Kec. Wanayasa. UMKM ini beroperasi sejak Tahun 1975,
dikelola oleh pemiliknya sendiri yaitu Bpk.H.Idas (alm). Didirikan murni dari
modal sendiri, karena pemilik khawatir mengenai resiko yang akan timbul jika
modal yang dimiliki diperoleh dari pinjaman dari pihak lain. Terhitung semenjak
UMKM ini beroperasi, UMKM ini
mengalami tiga kali pindah lokasi. Lokasi
dimana UMKM ini beroperasi sekarang sangat strategis, sehingga semenjak
tahun 1996 lokasinya tidak berpindah lagi. Pada tahun 2000, Bpk.H.Idos selaku
pemilik meninggal dunia, sehingga UMKM ini dikelola oleh istrinya yaitu
Ibu.Hj.Masitoh.
UMKM FIRMA AIDA
memproduksi teh kering murni tanpa campuran, sehingga meghasilkan teh yang
berkualitas. Karena kualitas teh nya terjamin, dan murni tanpa campuran, UMKM
Firma Aida memiliki banyak konsumen, baik didalam wilayah regional Kabupaten Purwakarta, ataupun luar Kabupaten Purwakarta, baik industri rumahan kecil, ataupun industri skala besar. Namun, UMKM Firma
Aida ini kadang tidak mampu memenuhi
kebutuhan konsumen karena keterbatasan
modal, dan bahan baku. UMKM Firma Aida tidak mau meminjam modal dari pihak
manapun karena pemilik beranggapan hal
ini tidak cukup efisien untuk memaksimalkan keuntungan.
2.
Visi dan Misi Perusahaan
·
VISI
Menjadi produsen teh kering murni yg
berkualiatas.
·
MISI
Memberikan performa terbaik yang
diinterpretasikan melalui hasil produksi teh yang murni tanpa campuran sehingga
dapat bermanfaat bagi konsumen .
3. Maksud
dan Tujuan Pendirian Perusahaan
Suatu usaha yang
bergerak dalam bidang apapun tentu bermaksud untuk memperoleh penghasilan dari
laba yang diperoleh dan bertujuan untuk mengembangkan usaha tersebut.
Tujuan lainnya adalah, mampu menyerap
tenaga kerja disekitar lokasi UMKM.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
A.
Kondisi
Objektif
1.
Rencana
kerja
RENCANA KERJA PESERTA
PKL STIE DR. KHEZ.
MUTTAQIEN PURWAKARTA TAHUN 2016
|
NAMA
NIM
PRODI
|
:
:
:
|
Dita Desvianita
03.01.13.415
Akuntansi
|
NAMA PERUSAHAAN
ALAMAT PERUSAHAAN
|
:
:
|
FIRMA AIDA
DS. SUKADAMI
|
|
NO
|
PROGRAM YANG
DIRENCANAKAN
|
TARGET YANG
DIRENCANAKAN
|
ALOKASI
WAKTU
|
|
1
|
Pengenalan dengan pemilik perusahaan dan
penyerahan surat PKL dari STIE DR. KHEZ MUTTAQIEN
|
Pengenalan tahap pertama, dan konfirmasi mengenai
pelaksanaan PKL yang akan dilaksanakan di UMKM Firma Aida
|
1 Hari
|
|
2
|
Pengisian Form Mengenai Aspek Legalitas di UMKM
Firma Aida
|
Form mengenai Aspek Legalitas dapat terisi.
|
1 Hari
|
|
3
|
Wawancara mengenai sejarah singkat UMKM, hingga
modal awal untuk mendirikan UMKM Firma Aida
|
Mengetahui bagaimana awal UMKM Firma Aida berdiri,
dan dapat mendapat point/data untuk pembuatan lap.keuangan .
|
1 Hari
|
|
4
|
Wawancara mengenai pemasok bahan baku.
|
Mengetahui darimana didapatkannya bahan baku untuk di produksi oleh UMKM
Firma Aida
|
1 Hari
|
|
5
|
Wawancara mengenai Sistem Distribusi
|
Mengetahui bagaimana hasil produksi UMKM Firma Aida
didistribusikan .
|
1 Hari
|
|
6
|
Wawancara mengenai bagaimana proses produksi yang
diaplikasikan pada UMKM Firma Aida, dan bagaimana management SDM yang diterapkan
di UMKM Firma Aida
|
Mengetahui bagaimana proses produksi yang
diaplikasikan di UMKM Firma Aida, dari awal hingga akhir, dan mengetahui
bagaimana system/management yang diterapkan pada SDM yang ada di UMKM Firma
Aida.
|
1 Hari
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Pemilik
UMKM
(.........................................................)
|
Purwakarta..................2016
Mahasiswa.
(..................................................................)
|
2. Realisasi
Rencana Kerja
REALISASI
RENCANA KERJA PESERTA
PKL STIE DR. KHEZ.
MUTTAQIEN PURWAKARTA TAHUN 2016
|
NAMA
NIM
PRODI
|
:
:
:
|
Dita Desvianita
03.01.13.415
Akuntansi
|
NAMA PERUSAHAAN
ALAMAT PERUSAHAAN
|
:
:
|
FIRMA AIDA
DS. SUKADAMI
|
|
NO
|
PROGRAM YANG
DIRENCANAKAN
|
REALISASI PROGRAM
KERJA
|
RENCANA TINDAK LANJUT
|
|
1
|
Pengenalan dengan pemilik perusahaan dan
penyerahan surat PKL dari STIE DR. KHEZ MUTTAQIEN
|
PKL dapat dilaksanakan di UMKM Firma Aida,
|
Wawancara mengenai UMKM Firma Aida
|
|
2
|
Pengisian Form Mengenai Aspek Legalitas di UMKM
Firma Aida
|
Mendapatkan informasi mengen ai Aspek Legalitas yang ada pada Form.
|
Meminta izin untuk Fhotocopy dokumen-dokumen yang
ada untuk memenuhi syarat pelaporan PKL
|
|
3
|
Wawancara mengenai sejarah singkat UMKM,
hingga modal awal untuk mendirikan UMKM Firma Aida
|
Modal untuk mendirikan UMKM Firma Aida ini murni
milik pribadi .
|
Wawancara mengenai asset yang ada , sebagai sumber
data untuk pembuatan laporan keuangan.
|
|
4
|
Wawancara mengenai pemasok.
|
Mendapatkan informasi mengenai pemasok bahan baku.
|
Menghitung seberapa banyak bahan baku yang
dibutuhkan untuk produksi .
|
|
5
|
Wawancara mengenai Sistem Distribusi
|
Mendapatkan informasi mengenai sistem distribusi
|
Informasi yang diperoleh digunakan
untuk pencatatan biaya pada
laporan keuangan.
|
|
6
|
Wawancara mengenai bagaimana proses produksi yang diaplikasikan pada UMKM Firma
Aida, dan bagaimana management SDM yang diterapkan di UMKM Firma Aida
|
Memperoleh informasi mengenai proses produksi, dan
sistem penggajian yang diterapkan pada UMKM Firma Aida.
|
Informasi mengenai proses produksi dan sistem
penggajian digunakan untuk menentukan
HPP dan membuat laporan laba
rugi dalam laporan keuangan.
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Pemilik
UMKM
(.......................................................)
|
Purwakarta..................2016
Mahasiswa.
(..................................................................)
|
B.
Kondisi
Umum
UMKM
Jumlah pelaku usaha industri UMKM
Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya, terutama sejak tahun
2014. Terus mengalami perkembangan sehingga diperkirakan tahun 2016 jumlah
pelaku UMKM di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan.
Saat ini populasi penduduk dengan
usia produktif lebih banyak daripada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Hal
ini memicu khususnya para pemuda untuk menciptakan peluangnya sendiri dengan
membuka bisnis. Sebagian besar tergolong sebagai pelaku usaha sektor industri
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dikutip dari http://www.lisubisnis.com/2016/02/perkembangan-jumlah-umkm-di-indonesia.html,
Pada tahun 2014, Abdul Kadir Damanik selaku Staf Ahli Menteri bidang Penerapan
Nilai Dasar Koperasi menyebutkan terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM di
Indonesia. Di 2016 diperkirakan jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Selama ini
UMKM telah memberikan kontribusi pada PBD 58,92% dan penyerapan tenaga kerja
97,30%.
Di
Purwakarta, UMKM menjadi salah satu pilihan untuk dijadikan lapangan pekerjaan
bagi penduduknya, mayoritas yang masih dalam usia produktif. Karena Purwakarta
kini sudah menjadi Kabupaten dengan tingkat konsumsi yang tinggi, juga didukung
oleh banyaknya sector yang bisa dijadikan sebagai peluang untuk pelaku UMKM.
Contohnya, dengan banyaknya tempat-tempat wisata yang memicu masyarakat yang
berada diluar daerah Purwakarta, untuk datang ke Purwakarta, hal ini bisa di manfaatkan
untuk memperoleh keuntungan dengan menjadi pelaku UMKM.
Salah satu UMKM yang terletak di
Kabupaten Purwakarta adalah UMKM Firma Aida. UMKM Firma
Aida terletak di Desa
Taringgul Sukadami, Kecamatan Wanayasa. UMKM Firma Aida merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang produksi teh kering yang bahan bakunya diperoleh
dari perkebunan the hijau,
tetapi bukan milik pribadi. Berdiri sejak Tahun 1975, dengan modal murni milik
pribadi.
Teh merupakan
salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat
dikarenakan teh mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu teh juga
dipercayai mempunyai khasiat bagi kesehatan.
UMKM Firma Aida memproduksi
the kering murni tanpa campuran, itulah mengapa hingga sekarang UMKM Firma Aida
masih tetap beroperasi. Sejak berdiri, UMKM Firma Aida tetap konsisten untuk
memberikan hasil produksi teh terbaik, murni tanpa campuran, hingga hasil olahan
teh nya pun terjamin kualitasnya.
C. Sistem dan
Pencatatan Laporan Keuangan
1. Pencatatan Laporan
Keuangan Pada UMKM Firma Aida
Berdasarkan
tujuan dari kegiatan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) yaitu untuk membantu UMKM Firma Aida dalam pembuatan laporan
keuangan, sesuai dengan program yang telah di rencanakan, maka di buatlah
Laporan Keuangan dengan pengumpulan data dari wawancara langsung kepada pemilik
UMKM.
Berikut ini merupakan laporan keuangan yang di
buat untuk UMKM tersebut ;
·
Laporan Posisi Keuangan.
Laporan Posisi Keuangan UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016
(Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma Aida
·
Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma Aida
·
Laporan Perubahan Modal.
Laporan Perubahan Modal UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016
(Proyeksi)
Sumber :
UMKM Firma Aida
·
Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas UMKM
Firna Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma
Aida
2. Sistem Pencatatan Laporan Keuangan Pada UMKM Firma
Aida
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pemilik UMKM, maka dibuat
contoh sistem pencatatan dari transaksi-transaksi yang terjadi pada UMKM,
kemudian diharapkan dapat dijadikan sebagai contoh dikemudian hari dalam
pembuatan sistem pencatatan pada UMKM tersebut. Berikut ini merupakan sistem
pencatatan yang dibuat :
a.
Dasar Sistem Pencatatan
·
Jurnal Umum
Sistem pencatatan jurnal umum yang dibuat pada UMKM
Firma Aida per Desember 2015
JURNAL UMUM UMKM FIRMA AIDA
Dengan
dibuatnya format jurnal umum secara sederhana, informasi dari setiap transaksi
dapat diperoleh secara jelas, sehingga pengguna informasi tersebut dalam hal
ini adalah pemilik UMKM sendiri, dapat membuat atau mencatat laporan keuangan
untuk dijadikan referensi untuk membuat keputusan dalam banyak hal, dari mulai
menentukan nominal gaji pegawai, keefektifan penggunaan bahan baku, hingga
menentukan harga penjualan.
b.
Sistem Pembelian Bahan Baku
dan Sistem Penjualan.
Sistem yang digunakan pada UMKM Firma Aida sangat sederhana. Pembelian
bahan baku dilakukan secara tunai, begitu juga dengan penerimaan kas dari
penjualan juga dilakukan secara tunai. Berikut alur
pembelian bahan baku dan penerimaan kas dari penjualan barang jadi secara tunai
di UMKM Firma Aida
Penjelasan
:
1.
UMKM Firma Aida melakukan pembelian
bahan baku dari pemasok.
2.
Setelah bahan baku yang
dibutuhkan diperoleh, UMKM Firma Aida
melakukan proses produksi.
3.
Produksi
selesai, barang jadi siap dijual .
4.
Barang jadi dikirim ke pemesan
dengan pembayaran secara tunai.
5.
Kas masuk dari hasil
penjualan tersebut
digunakan kembali untuk belanja bahan baku dan biaya lain sebagainya.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) mengenai Sistem dan Pencatatan Laporan
Keuangan pada UMKM Firma Aida, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.
Sistem
akuntansi di UMKM ini belum berjalan dengan baik karena minimnya informasi
mengenai pencatatan bukti transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.
2.
Perhitungan
laba rugi di UMKM ini belum sesuai dengan prosedur perhitungan lapoan keuangan
laba rugi karena minimnya pengetahuan pemilik mengenai hal tersebut.
3.
Penyusunan
laporan keuangan yang ada pada UMKM Firma Aida sangatlah sederhana, sehingga
informasi yang didapat kurang relevan.
B. Saran
1.
UMKM
mencoba mempelajari system akuntansi yang sederhana terlebih dahulu, agar
transaksi-transaksi yang dilakukan dapat tercatat dengan baik.
2.
UMKM
Firma Aida dapat mengaplikasikan pencatatan laporan keuangan dalam format yang
sesuai untuk dapat memperoleh
informasi
mengenai pos-pos dan transaksi-transaksi yang penting untuk dijadikan
pertimbangan untuk membuat keputusan.