Jumat, 28 Oktober 2016

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Hakekat Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis merupakan aktivitas pertama dari rangkaian proses pengendalian manajemen. Dalam bab ini, bagian pertama membahas karakteristik dari perencanaan strategis, bagian kedua membahas teknik – teknik untuk menganalisis dan memutuskan atas program – program baru yang diusulkan, bagian ketiga menjelaskan langkah dalam proses perencanaan strategis.
a)      Karakteristik Dari Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program – program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan dialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun ke depan.
b)      Hubungan Dengan Formulasi Strategi
Perbedaan antara perencanaan strategis dengan formulasi strategi adalah bahwa formulasi strategi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategis merupakan proses untuk memutuskan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut. Dalam formulasi strategi manajemen menentukan cita – cita organisasi dan menciptakan strategi utama untuk mencapai cita – cita tersebut, perencanaan strategis mengembangkan cita – cita dan strategi tersebut kemudian mengambangkan program – program dan melaksanakan strategi secara efektif dan efisien.
c)      Evolusi dan Perencanaan Strategis
Lima puluh tahun lalu, perencanaan strategis tidaklah sistematis, perencanaan tidak dijalankan secara terkoordinasi, dengan berjalannya waktu manajemen menyadari bahwa tujuannya adalah untuk mengambil pilihan yang sulit diantara program – program alternatif yang ada, bukan eksplorasi angka anggaran, fokus pada program melalui proses analisis dan diskusi informal.
d)      Manfaat Perencanaan Strategis
*      Kerangka kerja untuk pengembangan anggaran
*      Alat untuk menyejajarkan manajer dengan strategi korporat
e)      Keterbatasan Perencanaan Strategis
*      Selalu ada bahaya perencanaan berakhir menjadi pengisisan formulir, latihan birokrasi, tanpa pemikiran strategis.
*      Organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategis yang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada para staf departemen tersebut sehingga mengabaikan input manajemen.
*      Perencanaan strategis adalah proses yang memakan waktu dan mahal
Intinya proses perencanaan strategis formal tidak diperlukan dalam organisasi yang kecil dan relatif tidak stabil, dan tidak dapat membuat estimasi yang handal mengenai masa depan atau memilih tidak memakai cara ini.
f)        Struktur dan Isi Program
Hampir di semua organisasi industri, program adalah produk atau keluarga produk ditambah riset dan pengembangan, aktivitas umum administratif, akuisisi. Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun ke depan. Karena jangka waktunya relatif panjang, maka hanya estimasi kasar yang memungkinkan.
g)      Hubungan Organisasional
Perencanaan strategis adalah suatu proses manajemen dan cara mana proses tersebut dilaksanakan dalam sebuah perusahaan sangat bergantung gaya dari CEO. Para perancang sistem harus mendiagnosis degan benar gaya dari manajemen senior dan memastikan bahwa sistem tersebut sesuai dengan gaya itu. Dengan demikian manajer memungkinkan untuk menginstrusikan stafnya memasang sistem yang terinci karena ia merasa tidak nyaman menggunakannya.

2.      Analisa Usulan Program Baru
Ide untuk program baru dapat muncul darimana saja CEO, staf perencanaan, operasi dll. Usulan – usulan untuk program pada intinya bersifat reaktif atau proaktif yaitu muncul sebagai reaksi terhadap ancaman yang dirasakan. Karena keberhasilan suatu perusahaan tergantung kemampuannya untuk menemukan dan mengimplementasikan program-program baru dari berbagai sumber maka sistem yang lebih fleksibel dan reseptif lebih sesuai dan dibutuhkan. Sistem tersebut harus menyediakan langkah – langkah selanjutnya dan evaluasi yang menyeluruh dari hasil setiap langkah sebagai dasar untuk membuat keputusan pada langkah berikutnya.
·         Analisis Investasi Modal
Teknik – teknik untuk menganalisis usulan investasi modal adalah berusaha untuk menemukan (a) nilai sekarang bersih dari proyek tersebut yaitu kelebihan nilai sekarang dari estimasi arus kas masuk terhadap jumlah investasi yang diperlukan (b) tingkat pengembalian internal yang implisit dalam hubungan antara arus kas masuk dan keluar. Sistem pengendalian manajemen sebaiknya menyediakan cara yang teratur untuk memutuskan usulan yang tidak dapat dianalisis dengan teknik kuantitatif. Perusahaan umumnya mempublikasikan aturan dan prosedur untuk persetujuan usulan pengeluaran modal dengan berbagai besaran. Aturan tersebut juga berisi pedoman untuk membuat usulan dan kriteria umum untuk menyetujui usulan.
            Sejalan dengan pengembangan program baru, banyak perusahaan memiliki cara yang sistematis dalam menganalisis program yang berjalan. Bagian ini membahas analisis rantai nilai dan pembiayaan berdasarkan aktivitas. Rantai nilai bagi tiap perusahaan merupakan seperangkat aktivitas terkait yang menciptakan nilai dari tiap bagiannya, mulai dari memperoleh bahan mentah dasar untuk komponen pemasok sampai menghasilkan produk siap pakai serta mengantarkannya pada konsumen akhir. Konsep rantai nilai menggarisbawahi tiga bagian:(1) Keterkaitan dengan pemasok, (2) Keterkaitan dengan pelanggan, (3) Proses terkait dalam rantai nilai perusahaaan. Pembiayaan berdasarkan aktivitas (activity-based costing), meningkatnya komputerisasi dan otomatisasi dalam pabrik menimbulkan perubahan penting dalam sistem untuk mengumpulakn dan memanfaatkan informasi mengenai biaya. Dasar alokasi atau pembangkit biaya, untuk setiap pusat biaya menunjukkan penyebab terjadinya biaya-yaitu, elemen yang menjelaskan jumlah biaya dalam pusat biaya atau aktivitas berbeda.




3.      Analisa Program Berjalan
Selain mengembangkan program-program baru, banyak perusahaan memiliki cara yang sistematis untuk menganalisis program-program yang sedang berjalan. Beberapa teknik analisis yang dapat membantu dalam proses ini, yaitu :
  1. Analisis rantai nilai.
Adalah sekelompok aktivitas yang menciptakan nilai dan saling berhubungan yang menjadi bagiannya, dari memperoleh bahan baku dasar untuk pemasok komponen sampai membuat produk akhir dan mengantarkannya ke pelanggan akhir.
Konsep rantai nilai ini  menyoroti 3 bidang, yaitu :
·         Hubungan dengan pemasok
hubungan dengan pemasok sebaiknya dikelola sedemikian rupa sehingga baik perusahaan maupun pemasoknya sama-sama memperoleh manfaat. Mengambil keuntungan dari kesempatan semacam ini dapat secara signifikan mengurangi biaya, meningkatkan nilai dan keduanya.
·         Hubungan dengan pelanggan
·         Hubungan proses di dalam rantai nilai dari perusahaan tersebut
Analisis rantai nilai secara eksplisit mengetahui fakta bahwa aktivitas nilai individual dalam suatu perusahaan tidaklah independen tetapi salij bergantung.Tujuan dari analisis ini adalah untuk memindahkan bahan baku pertama-tama dari pemasok, melalui produksi dan ke pelanggan dengan biaya terendah, waktu tersingkat, dan kualitas yang dapat diterima.
Suatu perusahaan sebaiknya juga bekerja ke arah peningkayan efisiensi dari setiap aktivitas di dalam rantai tersebut melalui pemahaman yang lebih baik atas pemicu yang mengatur biaya dan nilai dari setiap aktivitas. Baik itu efisiensi dari bagian dalam, bagian produksi, bagian luar.
  1. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas
Meningkatnya komputerisasi dan otomasi di pabrik-pabrim telah mengarah pada perubahan-perubahan penting dalam sistem untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi biaya.
Saat ini banyak perusahaan mengumpulkan biaya yang terkait dengan bahan baku secra terpisah dari biaya produksi lainnya, dan mengumpulkan biaya produksi untuk dept individual, mesin individual. Dalam sistem yang baru ini, kata aktivitas sering kali dibandingkan dengan kata pusat biaya, dan pemicu biaya lebih sering dibandingkan dengan kata dasar alokasi. Dan sistem ini sering disebut dengan sistem perhitungan biaya berdasrkan aktivitas (ABC).
Dasar alokasi untuk masing-masing pusat biaya mencerminkan penyebab dari terjadinya biaya, yaitu elemen yang menjelaskan mengapa jumlah biaya yang terjadi di pusat biaya atau aktivitas itu, bervariasi.
Kegunaan dari informasi ABC adalah ketika digunakan dari proses perencanaan strategis, ABC dapat memberikan wawasan yang berarti. Miosalnya ABC dapat menunjukkan bahwa produk rumit dengan banyak komponen terpisah memiliki baiay desain dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang lebih sederhana, dll.

4.      Proses perencanaan Strategis
·         Meninjau dan memperbaharui rencana strategis.
Selama satu tahun, keputusan yang megubah rencana strategis dibuat, manajemen membuat keputusan kapan pun ada kebutuhan akan hal itu, dan bukan sebagai respons terhadap jadwal yang telah dutentukan, Secara konseptual, implikasi dari setiap keputusan untuk lima tahun ke depan sebaiknya dimasukkan dalam rencana strategis segera setelah keputusan tersebut dibuat. Namun secra praktis, sangat sedikit organisasi yang secara kontinu memperbaharui rencana strategis mereka, pembaharusn melibatkan lebih banyak pekerjaan kertas dan waktu komputer divabdingkan dengan apa yang sepantasnya menurut manajemen.
·         Memutuskan Asumsi dan pedoman.
Rencana strategis yang telah diperbaharuhi memasukkan asumsi-asumsi luas seperti pertumbuhan dalam PDB, pergerakkan musim, tarif upah tenaga kerja, dll. Asumsi-asumsi ini diperiksa kembali dan jika diperlukan, diubah untuk memasukkan informasi yang paling akhir.
Rencana strategis yang telah diperbaharuhi berisi implikasi terhadap pendapatan, beban, dan arus kas dari fasilitas operasi dan perubahan fasilitas-fasilitas ini akibat membuka pabrik baru, memperluas pabrik, menutup dan merelokasi pabrik. Kondisi-kondisi ini diperiksa untuk memastikan bahwa kondisi tersebut berlaku saat ini, dan jumlahnya diperpanjang ke tahun berikutnya.
·         Iterasi Pertama dari Rencana Strategis
Menggunakan asumsi tujuan, dan pedoman tersebut, unit bisnis dan unit operasi lainnya membuat “rancangan pertama” dari rencana strategis, yang mungkin memasukkan rencana operasi yang berbeda darin yang dimasukkan dalam rencana sekarang, seperti perubahan dalam taktik pemasaran; dengan didukung alasan. Staf unit bisnis melakukan banyak pekerjaan analitis, tetapi manajer unit bisnis membuat keputusan akhir.
·         Analisis
Ketika kantor pusat menerima rencana unit bisnis, kantor pusat mengagregasikannya menjadi satu rencana strategis korporat secara keseluruhan. Staf perencanaan dan pemasaran, produksi dan eksekutif fungsional lainnya di kantor pusat menganalisis rencana ini secara mendalam.
Dalam banyak kasus, jumlah dari rencana unit bisnis mengungkapkan kesenjangan perencanaan, yaitu jumlah dari rencana – rencana individual tidak mencapai tujuan korporat. Hanya ada 3 cara untuk menutup kesenjangan tersebut, yaitu menemukan kesempatan untuk perbaikan dalam rencana unit bisnis, melakukan akuisisi, atau meninjau ulang tujuan korporat. Manajemen senior biasanya fokus pada yang pertama.
·         Iterasi Kedua dari Rencana Strategis
Analisis dari penyerahan pertama mungkin memerlukan revisi rencana dari beberapa unit bisnis saja, tetapi dapat juga mengarah pada perubahan dalam asumsi dan pedoman yang mempengaruhi semua unit bisnis. Secara teknis, revisi tersebut lebih sederhana untu dibuat dibandungkan dengan penyerahan awal, karena hanya memerlukan perubahan di beberapa angka saja; tetapi secara organisasional, ini merupakan bagian yang paling menyakitkan dari proses tersebut karena memerlukan keputusan yang sulit
·         Tinjauan dan Persetujuan Akhir
Suatu pertemuan dengan pejabat – pejabat senior korporat umumnya mendiskusikan rencana yang direvisi secara panjang lebar. Rencana tersebut juga mungkin dipresentasikan pada suatu pertemuan dengan dewan direksi. CEO memberikan persetujuan akhir. Persetujuan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum awal dari proses pembuatan anggaran, karena rencana strategis merupakan input yang penting bagi proses itu.


Senin, 24 Oktober 2016

Laporan Kuliah Praktek Bermasyarakat STIE Dr.Khez Muttaqien Purwakarta 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang terletak di wilayah Asia Tenggara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia. Jumlah penduduk yang sebanyak itu tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang ada sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran. Krisis global yang melanda Amerika Serikat sejak akhir tahun 2008 yang diawali dari ambruknya sektor perbankan di USA telah menyeret ke berbagai sektor yang kemudian merambah ke kawasan Eropa, Asia teruatama ASEAN dan akhirnya Indonesia di awal 2009.
Indonesia membutuhkan entrepreneurial skill untuk bisa menekan sekecil mungkin tingkat kemiskinan yang tinggi. Mengandalkan investor asing untuk membuka lapangan kerja tidaklah cukup, mengimbau kepada perusaahaan untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) pada karyawan atau buruhnya juga sulit diwujudkan. Salah satu alternatif atau cara yang dapat ditempuh adalah mengandalkan sektor pendidikan untuk mengubah pola pikir lulusannya dari berorientasi mencari kerja menjadi mencetak lapangan kerja sendiri yaitu menjadi wirausahawan mandiri dalam skala mikro (UMKM).
Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan adanya  UMKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang. Sektor UMKM telah dipromosikan dan dijadikan sebagai agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia karena telah terbukti tangguh ketika terjadi Krisis Ekonomi 1998, hanya sektor UMKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih besar justru tumbang oleh krisis. 
Salah satu UMKM yang ada di Purwakarta adalah UMKM FIRMA AIDA. UMKM FIRMA AIDA  ini bergerak dalam bidang produksi teh kering. UMKM ini mengolah pucuk daun teh hijau untuk dijadikan teh kering, sehingga dapat di konsumsi oleh konsumen . UMKM FIRMA AIDA berdiri sejak tahun 1975, semenjak berdiri, UMKM ini hanya mempunyai laporan keuangan yang masih sangat minimalis, sehingga tidak mampu menginterpretasikan pos-pos yang menjadi point penting dalam laporan keuangan, dan tentu karena minimnya laporan keuangan tersebut, informasi yang diperoleh mengenai seberapa besar laba/profit yang diperoleh menjadi tidak jelas, sehingga pengelola tidak mampu mempresentasikan perubahan modal, dan perolehan laba dalam setiap periode akuntansinya.
Tujuan utama dari berdirinya UMKM Firma Aida tentu untuk meningkatkan nilai dari UMKM ini sendiri. Peningkatan nilai suatu UMKM harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dari UMKM pula. Salah satu aspek yang dapat dilihat dalam rangka penilaian kinerja adalah dengan meningkatnya penjualan, yang dapat terefleksi melalui laporan keuangan.
Laporan keuangan  merupakan salah satu sarana penting untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak diluar pemilik atau pengelola. Esensi laporan keuangan sangat penting, mengingat dari laporan keuangan berbagai keputusan penting mengenai kelangsungan hidup dari kegiatan usaha yang terjadi dapat disimpulkan. Tujuan utama dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang penting bagi pengguna informasinya. Dalam Statement of Financial AccountingConcepts (SFAC) No. 1 dijelaskan bahwa tujuan utama dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan usaha dan ekonomi. Nilai yang tercantum dalam laporan keuangan selalu berubah-ubah setiap periodenya, atau selalu mengalami penambahan dan pengurangan. Perubahan nilai yang ada dalam laporan keuangan akan berpengaruh di dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, laporan keuangan sangat berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan, terutama pemilik dan pengelola perusahaan tersebut, baik dalam skala kecil, menengah, dan besar .
Dari uraian diatas, maka penulis ingin mengetahui dan memahami tentang “Sistem dan Pencatatan Laporan Keuangan pada UMKM Firma Aida ”
B.     Maksud
1.      Untuk membantu dalam pembuatan dan pencatatan laporan keuangan pada UMKM Firma Aida.
2.      Untuk membantu menyajikan informasi mengenai pos-pos/point-point yang ada dalam laporan keuangan.


C.    Tujuan
Tujuan umum dilaksanakannya KPB-PKL ini adalah:
1.      Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai hubungan antara teori dengan praktek agar dapat menjadi bekal bagi mahasiswa kelak
2.      Untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman mahasiswa di dunia kewirausahaan dalam bentuk UMKM
Tujuan khusus dilaksanakannya KPB-PKL ini adalah:
1.      Untuk mengetahui sistematika kerja UMKM FIRMA AIDA.
2.      Untuk mengetahui sistem akuntansi yang ada di UMKM Firma Aida, lalu membuat pencatatan laporan keuangan pada UMKM Firma Aida.











BAB II
LANDASAN TEORI DAN GAMBARAN UMUM UMKM

A.    Landasan Teori
1.      Pengertian UMKM
UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah. Berikut kutipan dari isi UU 20/2008.
a.       Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
b.      Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
c.       Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.


·         Menurut Kementrian Keuangan
Berdasarkan Kementerian Keuangan Nomor 316/kmk016/1994 tanggal 27 Juni 1994 bahwa usaha kecil sebagai perorangan/badan usaha yang telah melakukan kegiatan usaha yang mempunyai omset per tahun setinggi-tingginya Rp. 600.000.000,- atau asset setinggi-tingginya Rp. 600.000.000,- (diluar tanah dan bangunan tempat usaha). Contohnya Firma, CV, Koperasi yakni dalam bentuk badan usaha. Sedangkan dalam bentuk perorangan antaralain pengrajin kayu dan lainnya.
KRITERIA UMKM
No.
URAIAN
KRITERIA
ASSET
OMZET
1
USAHA MIKRO
Maks. 50 Juta
Maks. 300 Juta
2
USAHA KECIL
> 50 Juta – 500 Juta
> 300 Juta – 2,5 Miliar
3
USAHA MENENGAH
> 500 Juta – 10 Miliar
> 2,5 Miliar – 50 Miliar

2.      Akuntansi
Dibawah ini terdapat pengertian akuntansi menurut beberapa ahli :
a.       Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Kesimpulan : Pengertian akuntansi berarti memerlukan analisis dari transaksi dan dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberi penjelasan dan argumentasi.
b.      Pengertian akuntansi menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) dalamm Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Kesimpulan: Pengertian akuntansi berarti seni pencatatan (yang harus dicatat dalam buku jurnal maupun laporan), penggolongan (yang harus dibedakan menurut golongan apa saja transaksi tersebut), harus mengikhtisarkan setiap kejadian transaksi agar bias masuk ke dalam laporan keuangan.
c.       Pengertian Akuntansi menurut Charles T. Horngren dan Walter T. Horrison (Horngren Horrison 2007:4) menyatakan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktifitas bisnis, memeproses data menjaddi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Kesimpulan : Bahwa akuntansi itu adalah sesuatu yang mengukur bisnis, dari mulai penggolongan transaksi dan pengumpulan data lainnya menjadi laporan keuangan dan setelah selesai menjadi laporan keuangan akan diambil keputusan dari laporan tersebut.
d.      Pengertian akuntansi menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Kesimpulan : Bahwa akuntansi adalah sebuah informasi untuk mereka pihak-pihak yang bersangkutan atas suatu transaksi tersebut agar dapat melihat kondisi suatu perusahaan.
3.      Laporan Keuangan.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Terdapat empat karakteristik kualitatif laporan keuangan :
a.       Dapat dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna.
b.      Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna.
c.       Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material.
d.      Dapat diperbandingkan
Informasi yang disajikan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.
Laporan keuangan dinilai penting karena dapat menginterpretasikan kinerja atau siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan, dan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan.
4.      Analisa Laporan Keuangan
            Menurut Dr.Mamduh M.Hanafi & Prof.Dr.Abdul Halim dalam buku Analisa Laporan Keuangan (2012:20) Analisis Keuangan pada dasarnya ingin melihat prospek dan risiko perusahaan.prospek bisa dikihat dari tingkat keuntungan (profitabilitas)dan risiko bisa dilihat dari kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau mengalami kebangkrutan.Seorang analisis keuangan harus melakukan beberapa langkah:
·         Menentukan tujuan dari analisis keuangan
·         Memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan dan memahami kondisi ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi usaha perusahaan tersebut.
            Tujuan analisis keuangan bisa di tinjau dari pandangan seorang analis.seorang pemegang saham  atau calon pemegang saham akan menganalisis perusahaan untuk memperoleh kesimpulan apakah saham perusahaan tersebut layak dibeli atau tidak.demikian halnya dengan pemberi kredit,supplier dan pemerintah.
5.      Sistem
Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang disebut subsistem yang berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Zaki Baridwan, 2013)
      Sistem Akuntansi adalah suatu  formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kesatuan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik untuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga- lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi perusahaan (Zaki Baridwan, 2013)

Gambar 3.1
Siklus Akuntansi

1)      Umumnya dalam akuntansi, transaksi dicatat saat terjadinya, walaupun belum terjadi pengeluaran kas (accrual). Untuk melakukan pencatatan, haruslah didasarkan pada bukti-bukti transaksi seperti: kuitansi, nota, faktur, invoice, memo atau bukti yang lainnya. Tujuannya adalah agar angka yang dicatat memiliki keandalan. Setelah mengumpulkan bukti-bukti transaksi, dilanjutkan dengan proses jurnal.
2)      Jurnal adalah catatan tentang yang memisahkan antara Debet dan kredit (Pengeluaran dan Pemasukan). Umumnya Perusahaan kecil seperti toko dan sebagainya menggunakan satu jurnal saja yang biasa di kenal dengan nama jurnal umum. Jurnal inilah nantinya akan memberikan keterangan kepada kita tentang semua bukti transaksi. Semua transaksi akan terposting dalan jurnal ini. Setiap transaksi keuangan yang mengakibatkan bertambahnya atau berkurangnya rekening bersangkutan akan didebit atau dikredit dalam rekening sesuai dengan aturannya. Aturan pendebitan dan pengkreditan untuk masing-masing rekening sebagai berikut:
Rekening-rekening
Debit
Kredit
Aktiva
+
-
Utang
-
+
Modal
-
+
Pendapatan
-
+
Biaya
+
-

Jurnal terdiri dari:
a)      Kolom tanggal: diisi dengan tanggal terjadinya transaksi keuangan (berikut bulan dan tahunnya).
b)      Kolom keterangan: Diisi dengan nama dan rekening-rekening yang harus didebit atau dikredit, dan penjelasan mengenai transaksi keuangan yang dibukukan tersebut. Untuk membedakan antara  nama  rekening  yang  didebit  dan  dikredit, penulisan nama rekening yang dikredit diletakkan setelah penulisan nama rekening yang didebit dimulai agak ke kanan.
c)      Kolom Debit-Kredit: Diisi dengan jumlah dalam satuan uang, yang didebit dan dikredit. Jumlah satuan uang yang ada didebit harus sama dengan jumlah satuan uang yang ada dikredit.
Format jurnal umum adalah sebagai berikut:

Tanggal
Keterangan
Debit
Kredit





















3)      Buku Besar
Merupakan buku yang dipergunakan untuk peringkasan transaksi keuangan, yang berupa kumpulan dari rekening-rekening. Proses peringkasan transaksi keuangan dilakukan setelah proses pencatatan dan penggolongan transaksi keuangan. Proses tersebut dilakukan dengan cara memindahkan data yang dicatat pada Jurnal ke dalam Buku Besar yang disebut dengan Posting.
Format buku besar empat lajur adalah sebagai berikut:
KAS
Tanggal
Keterangan
Debit
Kredit
Saldo
Debit
Kredit






























4)      Neraca Lajur (worksheet)
Jenis kertas kerja yang kerap kali digunakan sebeum penyesuaian laporan keuagan disebut worksheet gunanya ialah mengurangi kemungkinan lupa membuat penyesuaian, memudahkan pengecekan ketepatan perhitungan, memungkinkan penyesuaian data dalam urutan yang logis dan menyediakan sumber data untuk laporan keuangan.
Format worksheet adalah sebagai berikut:
No
 Nama Akun
N. Percobaan
Penyesuaian
N. P yang Disesuaiakan
Laba Rugi
Neraca
D
K
D
K
D
K
D
K
D
K





































5)      Laporan keuangan
Penyusunan laporan dilakukan setelah selesainya proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi keuangan suatu periode tertentu. Laporan keuangan umumnya disusun setahun sekali, yang terdiri dari:
(a)    Neraca
Memberikan gambaran mengenai posisi keuangan yang terdiri dari aktiva, utang dan modal perusahaan pada tanggal tertentu.


UMKM xxx
Neraca
Per 31 Desember 20xx
AKTIVA
KEWAJIBAN DAN MODAL
Aktiva Lancar:

Utang:

Kas

Utang Dagang

Piutang

Utang Gaji

Persediaan

Utang Pendapatan

Juml. Aktiva Lancar

Utang Bunga

Aktiva Tetap:

Utang Bank

Tanah

Jumlah Utang

Bangunan



Kendaraan

Modal:

Mesin

Modal

Peralatan



Juml. Aktiva Tetap



TOTAL AKTIVA

TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL





(b)   Laporan laba rugi
Laporan yang menggambarkan tentang hasil usaha perusahaan selama periode tertentu. Agar dapat memberikan gambaran mengenai hasil usaha, laporan laba/rugi memuat secara terinci mengenai pendapatan dan biaya.
UMKM xxx
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 20xx
Penjualan bersih
Xx
Harga Pokok Penjualan
Xx
Laba Kotor
Xx
Beban lain-lain
Xx
Pendapatan lain-lain
Xx
Laba Bersih Sebelum Pajak (EBIT)
Xx
Pajak
xx                             
Laba Bersih
Xx

(c)    Laporan Perubahan Modal
Merupakan laporan yang menggambarkan mengenai perubahan modal perusahaan, yang terjadi selama periode tertentu.



UMKM xxx
Laporan Perubahan Modal
Per 31 Desember 20xx
Modal awal
xx
Laba Usaha
Xx
Prive
-xx
  Kenaikan modal
xx
Modal akhir (31 Desember 2010)
xx



(d)   Laporan Arus Kas
Merupakan laporan yang menggambarkan mengenai perubahan kas perusahaan, yang terjadi selama periode tertentu.
UMKM xxx
Laporan Arus Kas
Metode Tidak Langsung
Per 31 Desember 20xx
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih
xx
Ditambah:
Beban penyusutan
xx
Penurunan persediaan
xx
Penurunan perlengkapan
xx
Dikurangi:
Kenaikan persediaan
xx
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
xx
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aktiva tetap
xx
Dikurangi:
Pembelian aktiva tetap
xx
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi
xx
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Penerimaan pinjaman bank
xx
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pembiayaan
xx
Kenaikan kas bersih
xx
Kas awal tahun
xx
Kas akhir tahun
xx

a.       Sistem Pembelian
Sistem pembelian adalah suatu sistem pembelian atau suatu sistem transaksi untuk mendapatkan barang-barang baik secara kredit maupun secara tunai di dalam suatu organisasi / perusahaan yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi yang penting, memberi sinyal kepada management dan menyediakan suatu dasar informasi pembelian untuk pengambilan keputusan.

b.      Sistem Penjualan
            Suatu sistem penjualan, melalui prosedur-prosedur yang meliputi urutan kegiatan sejak diterimanya pesanan dari pembeli, pengecekan barang ada atau tidak ada dan diteruskan dengan pengiriman barang yang disertai dengan pembuatan faktur dan mengadakan pencatatan atas penjualan yang berlaku.

B.     Gambaran Umum UMKM
1.      Sejarah singkat UMKM FIRMA AIDA
UMKM FIRMA AIDA adalah UMKM yang begerak dalam bidang produksi teh, terletak di Desa Taringgul Sukadami RT 02 RW 01 Kec. Wanayasa. UMKM ini beroperasi sejak Tahun 1975, dikelola oleh pemiliknya sendiri yaitu Bpk.H.Idas (alm). Didirikan murni dari modal sendiri, karena pemilik khawatir mengenai resiko yang akan timbul jika modal yang dimiliki diperoleh dari pinjaman dari pihak lain. Terhitung semenjak UMKM ini beroperasi,  UMKM ini mengalami tiga kali pindah lokasi. Lokasi  dimana UMKM ini beroperasi sekarang sangat strategis, sehingga semenjak tahun 1996 lokasinya tidak berpindah lagi. Pada tahun 2000, Bpk.H.Idos selaku pemilik meninggal dunia, sehingga UMKM ini dikelola oleh istrinya yaitu Ibu.Hj.Masitoh.
UMKM FIRMA AIDA memproduksi teh kering murni tanpa campuran, sehingga meghasilkan teh yang berkualitas. Karena kualitas teh nya terjamin, dan murni tanpa campuran, UMKM Firma Aida memiliki banyak konsumen, baik didalam wilayah regional Kabupaten  Purwakarta, ataupun  luar Kabupaten  Purwakarta, baik industri rumahan  kecil, ataupun   industri skala besar. Namun, UMKM Firma Aida  ini kadang tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen  karena keterbatasan modal, dan bahan baku. UMKM Firma Aida tidak mau meminjam modal dari pihak manapun  karena pemilik beranggapan hal ini tidak cukup efisien untuk memaksimalkan keuntungan.

2.      Visi dan Misi Perusahaan
·         VISI
Menjadi produsen teh kering murni yg berkualiatas.
·         MISI
Memberikan performa terbaik yang diinterpretasikan melalui hasil produksi teh yang murni tanpa campuran sehingga dapat bermanfaat bagi konsumen .

3.      Maksud dan Tujuan Pendirian Perusahaan
Suatu usaha yang bergerak dalam bidang apapun tentu bermaksud untuk memperoleh penghasilan dari laba yang diperoleh dan bertujuan untuk mengembangkan usaha tersebut. Tujuan  lainnya adalah, mampu menyerap tenaga kerja disekitar lokasi UMKM.







BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
A.    Kondisi Objektif
1.      Rencana kerja

RENCANA KERJA PESERTA
PKL STIE DR. KHEZ. MUTTAQIEN PURWAKARTA TAHUN 2016

NAMA
NIM
PRODI
:
:
:
Dita Desvianita
03.01.13.415
Akuntansi
NAMA PERUSAHAAN
ALAMAT PERUSAHAAN
:
:
FIRMA AIDA
DS. SUKADAMI

NO
PROGRAM YANG DIRENCANAKAN
TARGET YANG
DIRENCANAKAN
ALOKASI
WAKTU
1
Pengenalan dengan pemilik perusahaan dan penyerahan surat PKL dari STIE DR. KHEZ MUTTAQIEN
Pengenalan tahap pertama, dan konfirmasi mengenai pelaksanaan PKL yang akan dilaksanakan di UMKM Firma Aida
1 Hari


2
Pengisian Form Mengenai Aspek Legalitas di UMKM Firma Aida
Form mengenai Aspek Legalitas dapat terisi.

1 Hari

3
Wawancara mengenai sejarah singkat UMKM, hingga modal awal untuk mendirikan UMKM Firma Aida
Mengetahui bagaimana awal UMKM Firma Aida berdiri, dan dapat mendapat point/data untuk pembuatan lap.keuangan .
1 Hari
4
Wawancara mengenai pemasok bahan baku.
Mengetahui darimana didapatkannya  bahan baku untuk di produksi oleh UMKM Firma Aida
1 Hari
5
Wawancara  mengenai Sistem Distribusi
Mengetahui bagaimana hasil produksi UMKM Firma Aida didistribusikan .
1 Hari
6
Wawancara mengenai bagaimana proses produksi yang diaplikasikan pada UMKM Firma Aida, dan bagaimana management SDM yang diterapkan di UMKM Firma Aida
Mengetahui bagaimana proses produksi yang diaplikasikan di UMKM Firma Aida, dari awal hingga akhir, dan mengetahui bagaimana system/management yang diterapkan pada SDM yang ada di UMKM Firma Aida.

1 Hari






Mengetahui,
Pemilik UMKM




(.........................................................)
Purwakarta..................2016
Mahasiswa.




(..................................................................)











2.      Realisasi Rencana Kerja

REALISASI RENCANA KERJA PESERTA
PKL STIE DR. KHEZ. MUTTAQIEN PURWAKARTA TAHUN 2016

NAMA
NIM
PRODI
:
:
:
Dita Desvianita
03.01.13.415
Akuntansi
NAMA PERUSAHAAN
ALAMAT PERUSAHAAN
:
:
FIRMA AIDA
DS. SUKADAMI

NO
PROGRAM YANG DIRENCANAKAN
REALISASI PROGRAM KERJA
RENCANA TINDAK LANJUT
1
Pengenalan dengan pemilik perusahaan dan penyerahan surat PKL dari STIE DR. KHEZ MUTTAQIEN
PKL dapat dilaksanakan di UMKM Firma Aida,

Wawancara mengenai UMKM Firma Aida

2
Pengisian Form Mengenai Aspek Legalitas di UMKM Firma Aida
Mendapatkan informasi mengen ai Aspek Legalitas yang ada pada Form. 
Meminta izin untuk Fhotocopy dokumen-dokumen yang ada untuk memenuhi syarat pelaporan PKL
3
Wawancara  mengenai sejarah singkat UMKM, hingga modal awal untuk mendirikan UMKM Firma Aida
Modal untuk mendirikan UMKM Firma Aida ini murni milik pribadi .
Wawancara mengenai asset yang ada , sebagai sumber data untuk pembuatan laporan keuangan.
4
Wawancara mengenai pemasok.
Mendapatkan informasi mengenai pemasok bahan  baku.
Menghitung seberapa banyak bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi .
5
Wawancara mengenai Sistem Distribusi
Mendapatkan informasi mengenai sistem distribusi
Informasi yang diperoleh  digunakan   untuk pencatatan  biaya pada laporan   keuangan.
6
Wawancara mengenai bagaimana proses produksi yang diaplikasikan pada UMKM Firma Aida, dan bagaimana management SDM yang diterapkan di UMKM Firma Aida
Memperoleh informasi mengenai proses produksi, dan sistem penggajian yang diterapkan pada UMKM Firma Aida.
Informasi mengenai proses produksi dan sistem penggajian digunakan untuk menentukan  HPP  dan membuat laporan laba rugi dalam laporan keuangan.








Mengetahui,
Pemilik UMKM




(.......................................................)
Purwakarta..................2016
Mahasiswa.




(..................................................................)





B.     Kondisi Umum UMKM
Jumlah pelaku usaha industri UMKM Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lainnya, terutama sejak tahun 2014. Terus mengalami perkembangan sehingga diperkirakan tahun 2016 jumlah pelaku UMKM di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan.
Saat ini populasi penduduk dengan usia produktif lebih banyak daripada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Hal ini memicu khususnya para pemuda untuk menciptakan peluangnya sendiri dengan membuka bisnis. Sebagian besar tergolong sebagai pelaku usaha sektor industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dikutip dari http://www.lisubisnis.com/2016/02/perkembangan-jumlah-umkm-di-indonesia.html, Pada tahun 2014, Abdul Kadir Damanik selaku Staf Ahli Menteri bidang Penerapan Nilai Dasar Koperasi menyebutkan terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM di Indonesia. Di 2016 diperkirakan jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Selama ini UMKM telah memberikan kontribusi pada PBD 58,92% dan penyerapan tenaga kerja 97,30%.
Di Purwakarta, UMKM menjadi salah satu pilihan untuk dijadikan lapangan pekerjaan bagi penduduknya, mayoritas yang masih dalam usia produktif. Karena Purwakarta kini sudah menjadi Kabupaten dengan tingkat konsumsi yang tinggi, juga didukung oleh banyaknya sector yang bisa dijadikan sebagai peluang untuk pelaku UMKM. Contohnya, dengan banyaknya tempat-tempat wisata yang memicu masyarakat yang berada diluar daerah Purwakarta, untuk datang ke Purwakarta, hal ini bisa di manfaatkan untuk memperoleh keuntungan dengan menjadi pelaku UMKM.
Salah satu UMKM yang terletak di Kabupaten Purwakarta adalah UMKM Firma Aida. UMKM Firma Aida terletak di Desa Taringgul Sukadami, Kecamatan Wanayasa. UMKM Firma Aida merupakan perusahaan yang bergerak di bidang  produksi teh kering yang bahan bakunya diperoleh dari perkebunan the hijau, tetapi bukan milik pribadi. Berdiri sejak Tahun 1975, dengan modal murni milik pribadi.
Teh merupakan salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dikarenakan teh mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu teh juga dipercayai mempunyai khasiat bagi kesehatan.
UMKM Firma Aida memproduksi the kering murni tanpa campuran, itulah mengapa hingga sekarang UMKM Firma Aida masih tetap beroperasi. Sejak berdiri, UMKM Firma Aida tetap konsisten untuk memberikan hasil produksi teh terbaik, murni tanpa campuran, hingga hasil olahan teh nya pun terjamin kualitasnya.
C.    Sistem dan Pencatatan Laporan Keuangan
1.      Pencatatan Laporan Keuangan Pada UMKM Firma Aida
Berdasarkan tujuan dari  kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu untuk membantu UMKM Firma Aida dalam pembuatan laporan keuangan, sesuai dengan program yang telah di rencanakan, maka di buatlah Laporan Keuangan dengan pengumpulan data dari wawancara langsung kepada pemilik UMKM.
Berikut ini merupakan laporan keuangan yang di buat untuk UMKM tersebut ;
·         Laporan Posisi Keuangan.
Laporan Posisi Keuangan UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma Aida


·         Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma Aida
·         Laporan Perubahan Modal.
Laporan Perubahan Modal UMKM Firma Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM  Firma Aida



·         Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas UMKM Firna Aida Tahun 2013-2016 (Proyeksi)
Sumber : UMKM Firma Aida

2.      Sistem Pencatatan Laporan Keuangan Pada UMKM Firma Aida
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pemilik UMKM, maka dibuat contoh sistem pencatatan dari transaksi-transaksi yang terjadi pada UMKM, kemudian diharapkan dapat dijadikan sebagai contoh dikemudian hari dalam pembuatan sistem pencatatan pada UMKM tersebut. Berikut ini merupakan sistem pencatatan yang dibuat :
a.       Dasar Sistem Pencatatan
·         Jurnal Umum
Sistem pencatatan jurnal umum yang dibuat pada UMKM Firma Aida per Desember 2015
JURNAL UMUM UMKM FIRMA AIDA
Dengan dibuatnya format jurnal umum secara sederhana, informasi dari setiap transaksi dapat diperoleh secara jelas, sehingga pengguna informasi tersebut dalam hal ini adalah pemilik UMKM sendiri, dapat membuat atau mencatat laporan keuangan untuk dijadikan referensi untuk membuat keputusan dalam banyak hal, dari mulai menentukan nominal gaji pegawai, keefektifan penggunaan bahan baku, hingga menentukan harga penjualan.


b.      Sistem Pembelian Bahan Baku dan Sistem Penjualan.
             Sistem yang digunakan pada UMKM Firma Aida sangat sederhana. Pembelian bahan baku dilakukan secara tunai, begitu juga dengan penerimaan kas dari penjualan juga dilakukan secara tunai. Berikut alur pembelian bahan baku dan penerimaan kas dari penjualan barang jadi secara tunai di UMKM Firma Aida
Text Box: 4Text Box: 3Text Box: 2Text Box: 5Text Box: 1                                                    
            Penjelasan :
1.         UMKM Firma Aida melakukan pembelian bahan baku dari pemasok.
2.         Setelah bahan baku yang dibutuhkan diperoleh, UMKM Firma Aida melakukan proses produksi.
3.         Produksi selesai, barang jadi siap dijual .
4.         Barang jadi dikirim ke pemesan dengan pembayaran secara tunai.
5.         Kas masuk dari hasil penjualan tersebut digunakan kembali untuk belanja bahan baku dan biaya lain sebagainya.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) mengenai Sistem dan Pencatatan Laporan Keuangan pada UMKM Firma Aida, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Sistem akuntansi di UMKM ini belum berjalan dengan baik karena minimnya informasi mengenai pencatatan bukti transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.
2.      Perhitungan laba rugi di UMKM ini belum sesuai dengan prosedur perhitungan lapoan keuangan laba rugi karena minimnya pengetahuan pemilik mengenai hal tersebut.
3.      Penyusunan laporan keuangan yang ada pada UMKM Firma Aida sangatlah sederhana, sehingga informasi yang didapat kurang relevan.
B.     Saran
1.      UMKM mencoba mempelajari system akuntansi yang sederhana terlebih dahulu, agar transaksi-transaksi yang dilakukan dapat tercatat dengan baik.
2.      UMKM Firma Aida dapat mengaplikasikan pencatatan laporan keuangan dalam format yang sesuai untuk dapat memperoleh


informasi mengenai pos-pos dan transaksi-transaksi yang penting untuk dijadikan pertimbangan untuk membuat keputusan.