Sabtu, 05 November 2016

rindu itu jenaka,
ia datang begitu saja.
sesuka ingin,
terkadang aku tertawa, terkadang bahagia, terkadang aku pilu tiba-tiba.
maka doa adalah caraku memaksa kamu untuk hadir.
layaknya basahnya embun yang menyentuh dedaunan,
memberikan pilihan .
aroma harum, atau kesejukan?

kita tak saling menemukan.
tapi belajar dari filosofi angin.
ada, tak terlihat, namun mampu dirasakan dan tau darimana arah dia datang.
jika malam mulai berpesta,
kesedihan akan tunduk didepan kedua matamu.
sabarlah, karena rindu akan perlahan reda, dan membuat lengkung dalam senyum(ku).


*peluk hangat*
-ditadesvianita-
05112016
17:32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar