Cinta membuatmu bertekuk lutut.
Jika ia merendahkanmu, tinggalkan.
Jika ia rela bertekuk lutut bersama denganmu,
JANGAN LEPASKAN.
---------------------------------------
Akhir-akhir ini aku semakin merasa aku ini bukan aku.
Aku kehilangan apapun yang ada di dalam tubuhku ini.
Entah itu perasaanku, euphoria kebahagiaan, empati pada diriku sendiri, bahkan apa yang ada dalam diriku, semua.
Semuanya terasa semu,
Adakah memang garis waktu dapat mengembalikan semuanya yang sudah hilang?
Bisakah aku seperti dulu?
Dulu, aku pernah bahagia menjadi aku.
Tapi, entah kenapa semakin kesini aku membenci diriku sendiri.
Diriku yang menurutnya "aneh"
Diriku yang selau dituntutnya untuk "bertekuk lutut"
Diriku yang selalu harus menjadi hal lain yang sebenarnya membuat aku sendiri lelah dan terluka.
Dulu, aku sering bahagia menjadi aku.
Aku yang selalu merasa beruntung karena dicintai olehnya.
Aku yang selalu bahagia menjadi diriku sendiri.
Haruskah ku pergi?
Atau haruskah aku bertahan dengan mengharapkan suatu perubahan?
Tapi, kapan?
Kata-kataku selalu tertahan saat bersamanya.
Ketakutan itu menjalar dalam seluruh tubuh dan ingatanku.
Semakin aku kuatkan semakin tergambar jelas.
Adakah memang aku aneh?
Tapi kenapa dulu aku bisa bahagia?
Kenapa aku sekarang seperti ini?
Apa benar ini hukuman buatku?
Aku salah apa?
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
LELAH
Sampai lupa definisi lelah.
Saat rinduku tak ujung sampai.
Fikirku berlalu, selalu menujumu.
Sampai bingung definisi lelah.
Semenjak aku tau menunggu itu jemu.
Fikirku berlalu, lagi padamu.
Adakah aku dalam fikirmu?
Selalu kah kamu seperti aku?
Sampai kapan?
Saat rinduku tak ujung sampai.
Fikirku berlalu, selalu menujumu.
Sampai bingung definisi lelah.
Semenjak aku tau menunggu itu jemu.
Fikirku berlalu, lagi padamu.
Adakah aku dalam fikirmu?
Selalu kah kamu seperti aku?
Sampai kapan?
DEBU
Banyak hal yang memang seharusnya aku tidak tahu.
Yang lebih parah kamu memang tidak pernah mau tahu,
Di kala hujan, kamu takkan pernah memaksa aku berteduh.
Di kala panas, bahkan kamu sengaja ciptakan debu di beranda ku.
Kamu mau apa?
JEDA
Sepertinya waktu ingin aku hentikan saja,
Kembali ke masa saat sama sekali aku tidak menginginkan kamu.
Lelah ini tidak berujung...
Aku Bergerutu #2
Terus mencari tanpa menemukan,
Sudah menemukan tanpa lantas merasa cukup.
Saat kamu meninggalkan yang baik,
Kamu takkan pernah mendapatkan yang sempurna.
Sudah menemukan tanpa lantas merasa cukup.
Saat kamu meninggalkan yang baik,
Kamu takkan pernah mendapatkan yang sempurna.
Aku Bergerutu #1
" Penilaian subjektif kadang penting untuk membuat orang setidaknya senang dan bahkan tidak terluka "
Langganan:
Komentar (Atom)