Senin, 22 Januari 2018

Surat Cinta Untuk Ibu (baca : mama)

Katakanlah cinta itu tak mengenal jarak dan waktu.

Iya bu, aku tau itu.
Orang-orang sering bercerita mengenai itu.

Tapi bu, rasanya, aku ingin selalu menjadi anak kecil yang selalu ada dalam pelukanmu.
Menangis meronta-ronta saat aku ingin sesuatu, menangis menjerit-jerit saat aku takut, tidak nyaman, dan saat kau tak nampak dalam penglihatanku.

Ibu, aku menyesal kenapa dulu aku sering tidak suka akan ulahmu, merasa kau selalu membuat gaduh hidupku.
Bahkan sering merasa tak terlalu membutuhkanmu. Tak jarang aku marah, kesal dan geram saat kau selalu marah karena hal yang aku anggap biasa.

Ibu, aku sering lupa, dalam setiap aku terjatuh, terluka, dan kesakitan, namamu yang selalu aku sebut, perhatian dan pelukanmu yang aku cari, bahkan sering seluruh kegiatanmu terhambat karena kelakuan manjaku yg kusadari itu sangat berlebihan.
Malah sering aku mendapatimu tengah terjaga untuk menjagaku, matamu tak terpejam, selalu was-was, dan memastikan aku baik-baik saja.

Ibu, saat aku jauh darimu, aku sadar betapa aku sangat merindukanmu bu, sangat membutuhkanmu.

Ibu, kenapa kau tak lelah? Kenapa aku tak bisa sepertimu?

Ibu, aku rindu masa-masa aku bersamamu.

Hidup menjadi orang dewasa ternyata tidak se sederhana yang aku kira dulu bu.

Ibu, aku tau ragamu tak seperti dulu.
Bahkan aku malu untuk sekedar bersandar di bahumu.
Aku malu mengapa aku tak bisa sepertimu.
Tapi bu, aku tak akan pernah kalah.
Karena aku tau, dalam diammu kau tetap mendoakan aku.
Aku tau, betapapun jaraknya, kau sama merindukan aku seperti aku merindukanmu.

Ibu, selama hidup aku takkan pernah bisa menemukan dan menggantikan jiwa yang hangat  sepertimu.

Aku tak pernah menemui tatapan mata seteduh tatapan matamu.

Ibu, hanya kau yang membenarkan semua salahku.

Ibu, hanya kau yang setulus hati menerima segala kekuranganku dan hanya kau yang membanggakan kelebihanku dengan tulus.

Ibu, aku bukan kalah dan bahkan menyerah, tapi aku sedang bersiap-siap untuk melalui apa yang memang harus aku lalui.

Senin, 01 Januari 2018

Lagu Kesepian, Efek Rumah Kaca

ku tak melihat kau membawa terang yang kau janjikan 
kau bawa bara berserak di halaman hingga kekeringan 

dimana terang yang kau janjikan 
aku kesepian
dimana tenang yang kau janjikan
aku kesepian
sepi...

ku tak melihat kau membawa tenang yang kau janjikan
kau bawa debu bertebar di beranda berair mata 

dimana terang yang kau janjikan 
aku kesepian 
dimana tenang yang kau janjikan
aku kesepian
sepi, sepi, sepi...